Si Dia, sebuah sebutan manis untuk orang yang spesial.
Pernah nggak sih kalian, setelah lama berada dalam situasi dimana hati kalian tertutup sangat untuk seseorang.
Kemudian, seiring berjalannya waktu, mulai terobati sedikit demi sedikit. Hingga pada akhirnya bertemu Si Dia yang mampu membuat kamu ingin belajar membuka hati untuknya.
Dan saat ini hati itu terbuka kembali untuk seseorang, dengan diam-diam tanpa sepengetahuan Si Dia, hasrat ini ingin mengenal lebih dekat dengan Si Dia itu ada, dan nyata
Tetapi tak dipungkiri, hati ini takut Si Dia sudah ada yang
memiliki, kemudian akan mengukir lara hati kembali.
Hati ini takut membuat Si Dia tak nyaman dan menjauh, ketika
terusik dengan usaha mengenal Si Dia.
Hati ini takut kehilangan dia walaupun hati ini bukan milik
Si Dia.
Hati ini takut ketika kalian mendekati si Dia namun ada
temen kalian juga yang mendekati si Dia juga.
Hati ini ingin membuat Si Dia nyaman untuk tetap tinggal
lebih lama.
Tetapi hati ini bingung harus memulainya dari mana.
Setiap hati pasti pernah mengalami nya karena perasaan ini muncul secara tiba-tiba.
Hati ini memiliki banyak sekali kata untuk diucapkan kepada Si Dia namun kata-kata itu sulit untuk diungkapkan.
Apakah itu salah?
Mungkin bukan hati ini yang salah. TERKADANG waktu, suasana dan momentum lah yang patut disalahkan.
Apakah hati ini perlu mengungkapkan perasaan kepada Si Dia?
Ya. Harus, hati ini harus mengungkapkannya kepada Si Dia. Meskipun Si Dia mungkin tidak bisa bersama hati ini dan menunggu pada waktu yg
tepat untuk mengungkapkannya.
Apa yang harus dilakukan hati ini, jika Si Dia tidak bisa
bersama hati ini?
Satu hal yang harus dilakukan hati ini dan sejatinya itu,
Cintailah Penciptanya Maka Cinta dari Makhluknya akan Mengikuti.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar